Memang benar, bintang yang dulu bersinar kini mulai meredup.
Hujan pun telah menjadi kemarau.
Dan yang bisa kulakukan hanyalah tertunduk dalam kesendirian.
Entah apa yang harus aku lakukan untuk meredam galau di jiwa.
Apakah aku harus pasrah?
Menyerahkan semuanya sesuai takdir yang telah digariskan Illahi?
Apa dia memang tidak ditakdirkan untukku?
Tapi mengapa dia hadir di relung terdalam?
Ah, sudahlah.
Saat ini bersahabat dengan keheningan jauh lebih baik.
Sembari berharap, apa yang aku miliki kelak akan sepenuhnya menjadi milikku.

0 komentar:
Posting Komentar