Sebongkah cinta menghujam jantung
Pertanda kasih, pertanda sayang
Dunia seakan seindah kilau permata
Guratan nyawa di dalamnya
Membawa hasrat yang terbenam di jiwa
Sungguh tersembunyi
Dari dalam ia menatap penuh kerinduan
Menatap cinta yang
begitu menggelora di dalam jiwa
Aku disini berdiri
Merenung . . .
Seberapa pantaskah bila ku merasakan
kilauan permata itu?
Seberapa kuat jika aku merasakan
dahsyatnya dentuman hati
akibat pancaran kilauan itu?
Sungguh, aku tak sanggup membayangkannya
Sejatinya, aku tak perlu memikirkan permata itu
Aku juga tak perlu membayangkan seperti apa permata itu
Karena, semakin ku bayangkan dan ku pikirkan
Aku tak akan pernah tau seperti apa dan bagaimana
Meskipun begitu,
Aku akan selalu tetap merasakannya
Purwodadi, 13 April 2009
17.39
Jumat, 25 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar