Pagi itu Boni tampak kesal sekali. Entah kenapa hari ini ia uring-uringan. Sama bi Ijah, mama, papa dan kak Cella. Seisi rumah tampak bingung. Dia juga nggak ikut sarapan tadi pagi.
Bukan hanya di rumah, tapi juga di sekolah. Semua kekesalannya ia timpakan kepada teman-temannya bahkan para guru juga ia libatkan. Menaruh lem di bangku teman, mengambil buku PR teman, menaruh tikus putih di laci guru, adalah beberapa hal dari kejahilannya. Itu belum seberapa. Masih banyak lagi yang lebih parah. Diapun mendapat hukuman dari Bu Ully, wali kelasnya.
Sepulang sekolah, Boni tidak langsung pulang ke rumah. Dia mampir dulu ke play station dekat sekolahnya. Jam 15.00 dia baru sampai di rumah. Di rumah papa dan mama sudah menunggunya. Baru sampai depan pintu, Boni mendengar suara papa.
“Boni, dari mana saja kamu! Jam segini baru pulang. Papa sama mama ‘tu khawatir!” bentak papa pada Boni.
“I..i..iya, pa. Maaf deh, lain kali enggak.” ungkap Boni lirih.
“Iya. Dan gara-gara kamu juga, kakak jadi enggak bisa maen, deh!” ucap kak Cella dengan nada tinggi.
Lalu, Boni masuk ke kamarnya. Boni membanting pintu kamarnya. Didalam, dia merenung di depan jendela. Dia begitu seksama memperhatikan beberapa anak yang sedang bermain layangan. Dia juga ingin main. Tapi, dia baru saja dimarahi papa. Bagaimana mungkin dia bisa bermain.
Mata Boni tertuju pada kasur berwarna biru bercorak Spiderman miliknya. Badannya sudah tak kuat lagi menyangga tubuhnya yang super besar. Matanya cepat sekali terpejam.
Sudah pukul 17.00. Ia pun beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar. Alangkah terkejutnya Boni ketika ia melihat papa, mama dan kak Cella berdiri di depan kamarnya membawa sebuah kue tart.
“Ada apa ini? Kok pake bawa kue segala? Emangnya ada yang ulang tahun?” tanya Boni bingung.
“Lho, kamu lupa, ya? Inikan hari ulang tahun kamu, sayang?” ucap mama meyakinkan.
“Iya, masa lupa sih sama ulang tahun sendiri?” ejek kak Cella.
“Ya ‘nggak lah! Masa iya aku lupa. Dari tadi pagi ‘tu aku marah, gara-gara kalian semua lupa sama hari ulang tahunku!” aku Boni.
“Oh, jadi itu yang buat kamu marah dan uring-uringan?” tanya papa.
“He…he…he…” kata Boni.
“Huuuu… dasar kamu!!!” teriak kak Cella.
Kemudian mereka semua memakan kue tart bikinan bi Ijah sampai habis tak tersisa. Kalian tahu kan, siapa yang makan paling banyak???!!?!???!!!!????
Jumat, 25 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar